Jumat, 25 Desember 2015

14 AIR TERJUN TERCANTIK JOGYA

1. Air Terjun Sri Gethuk
Hasil gambar untuk Air Terjun Sri GethukLetaknya  di Dusun Menggoran, Desa Bleberan, Playen, Gunungkidul, Yogyakarta, air terjun ini
begitu populer dikalangan pelancong. Bahkan pada bulan Desember 2014 lalu, air terjun ini
biasanya dijadikan syuting salah satu film Hollywood berjudul Beyond Skyline.
Uniknya, air terjun yang berada di tepi Sungai Oyo ini tidak langsung jatuh dan bermuara
ke sungai, melainkan jatuh dan mengalir di bebatuan karst sekitar sungai terlebih dahulu
sehingga terlihat lebih cantik. Untuk bisa sampai ke spot air terjun ini, kita bisa berjalan
kaki atau menaiki perahu rakit sederhana dengan menyusuri Sungai Oyo. Untuk menuju ke sana
cukup mudah karena sudah banyak petunjuk jalan sampai ke lokasi.

2. Air Terjun Setawing
Hasil gambar untuk Air Terjun SetawingAir yang mengalir perlahan adalah ciri khas air terjun cantik ini. Bukan  hanya itu, keberadaan taman di sekitarnya yang sengaja dibuat oleh Pokdarwis setempat semakin membuatnya mempesona. Air terjun yang juga disebut sebagai Air Terjun Jonggrangan ini terletak di Dusun Jonggrangan, Desa Jatimulyo, Kecamatan Girimulyo, Kabupaten Kulonprogo, Yogyakarta.

3. Air Terjun Grojogan Sewu
Hasil gambar untuk Air Terjun Grojogan Sewu
Air Terjun Grojogan Sewu Namanya sama dengan  air terjun yang ada di Jawa Tengah, tapi bukan air terjun itu yang dimaksud. Air Terjun Grojogan Sewu ini terletak di Kabupaten Kulonprogo, tepatnya di Dusun Beteng, Jatimulyo, Girimulyo, Yogyakarta. Banyaknya aliran air yang melewati jeram dan jatuh langsung ke sungai membuatnya dinamakan demikian. Airnya yang jernih sekalipun pada musim hujan membuat air terjun ini banyak diminati wisatawan. Selain itu, pohon-pohon rindang yang berada di sekitar hutan membuat lokasi ini tetap teduh dan sejuk. untuk menuju ke sana cukup mudah lokasinya di sekitar pasar Jonggrangan sudah ada papan petunjuk jalan yang mengarahkan wisatawan menuju ke sana.


4. Air Terjun Grojogan Mudal
Hasil gambar untuk Air Terjun Grojogan MudalDinamakan Grojogan Mudal karena airnya berasal dari sumber air Mudal. karena bersumber  melalui mulut goa yang berada dekat tebing yang berdekatan dengan lokasi air terjun tersebut. Air Terjun Grojogan Mudal mempunyai 4 tingkatan yang letaknya saling berdekatan. Tebing yang dialiri arus sungai ditumbuhi berbagai jenis tumbuhan air. Sementara itu, tanah di sekitar air terjunnya merupakan tanah merah, sehingga tak heran bila air terjun ini terlihat unik dan berbeda dari air terjun lain yang ada di Jogja ketika dilihat dari atas.


5. Air Terjun Kembang Soka
Hasil gambar untuk Air Terjun Kembang SokaAir Terjun Kembang Soka letaknya di Dusun Gunung Kelir, Jatimulyo, Girimulyo, Kulonprogo. Air terjun ini tergolong cantik dan unik karena airnya memiliki dua warna, yaitu warna putih dan hijau toska. Tak hanya airnya saja, bebatuan di sekitar air terjun ini pun memiliki dua warna berbeda, batuan dasar sungainya berwarna kuning dan batuan tebing di sebelah kiri air terjun berwarna merah. Nama Kembang Soka dipilih warga sebagai nama air terjun ini karena salah satunya sumbernya berasal dari sumber air bawah tanah, tempat banyak pohon kembang soka tumbuh di sekitarnya. Tak sulit untuk bisa sampai ke air terjun ini karena di sekitar pasar Jonggrangan sudah ada papan petunjuk jalan yang mengarahkan wisatawan menuju ke sana.


6. Air Terjun Kedung Pedut
Hasil gambar untuk Air Terjun Kedung PedutPerjuangan berjalan kaki menuruni lereng bukit dan melewati hutan masyarakat terbayar dengan kecantikan dan keunikan air terjun Kedung Pedut ini. Warna airnya yang hijau toska sukses memanjakan mata. Karena diapit oleh dua tebing tinggi, pengelola membuat jembatan dari bambu sebagai jalan untuk dapat melihat air terjun dari depan. Terdapat juga kolam alami yang bisa digunakan untuk berenang. Di sekitar kolam alami tersebut, bangku-bangku dari bambu sengaja dibuat sehingga ketika lelah bermain air, siapa pun dapat bersantai dan beristirahat di sana. Air Terjun Kedung Pedut terletak di Dusun Kembang, Desa Jatimulyo, Gilimulyo, Kulonprogo dan berdekatan dengan air terjun Kembang Soka, sehingga rute menuju ke sana pun hampir sama


7. Air Terjun Banyunibo, Patuk
Hasil gambar untuk Air Terjun Banyunibo, Patuk
Air terjun ini terletak di Dusun Batur, Desa Putat, Patuk, Gunungkidul. Asal-usul penamaan air terjun ini sangat sederhana, berasal dari 2 kata dalam bahasa Jawa yaitu banyu yang berarti air dan nibo yang artinya jatuh. Jalan setapak yang dibuat warga sekitar akan menghantarkan kita untuk sampai ke spot air terjun ini dengan mudah. Panorama persawahan akan terlihat ketika kita hampir sampai. Dari kejauhan air terjun ini tidak begitu terlihat karena terhalang oleh batu-batu besar. Menurut warga sekitar batu-batu besar tersebut merupakan tebing dari air terjun Banyunibo yang runtuh akibat gempa bumi 2006 silam.


8. Curug Indah Gedangsari
Hasil gambar untuk Curug Indah GedangsariCurug ini terletak di paling timur Yogyakarta, tepatnya di Desa Tegalrejo, Kecamatan Gedangsari, Gunungkidul, Yogyakarta. Dalam kawasan Curug Indah Gedangsari ini mempunyai dua buah air terjun, namun air terjun yang paling atas lebih populer dikalangan pengunjung. Selain indah, air yang jatuh dari tebingnya terpencar menjadi tiga bagian. Ada dua cara untuk bisa sampai di air terjun paling atas, yaitu melintasi jalan setapak hutan jati atau menyusuri sungai. Biasanya pengunjung memilih jalan kaki menyusuri sungai menuju air terjun dan kembali ke lokasi parkir melintasi hutan. Rute menuju Curug Indah Gedangsari ini dari Jogja lebih mudah lewat Klaten.


9. Curug Gede
Hasil gambar untuk Curug GedeLokasi Curug Gede ini benar-benar mblusuk, di tengah lembah dan dikelilingi bukit dengan kondisi hutan yang masih baik. Curug dengan ketinggian sekitar 30 meter ini menjadi batas wilayah antara Gunungkidul dan Sleman. Untuk sampai ke dasar curug, butuh perjuangan. Kita harus berjalan kaki menuruni bukit dengan kondisi jalan yang cukup menantang. Mengunjungi curug ini saat musim hujan menjadi nilai tambah karena di musim penghujan air yang mengalir sangat deras, embun dari air terjun pun berterbangan ke segala arah. Sebagai bonus, pemandangan dan sensasi melewati jembatan gantung tertinggi di Jogja pun dapat dirasakan. Lokasinya berdekatan dengan Gunung Api Purba Nglanggeran, sehingga jika mengunjungi Gunung Nglanggeran bisa sekalian mampir mengunjungi tempat ini.


10. Air Terjun Jurang Pulosari
Air Terjun Jurug Lengkongsari dibuka oleh warga setempat pada 2014 lalu, sehingga masih tergolong baru dan asing di kalangan wisatawan. Air terjun ini terletak di dekat Pos Polisi perempatan Patuk tepatnya di Desa Wisata Jurug Taman Sari, Desa Semoyo, Patuk, Gunungkidul. Istimewanya, air terjun ini merupakan air terjun kembar yang jatuh ke dalam kedung Lengkongsari yang kedalamannya mencapai 7 meter. Kedung ini menjadi favorit wisatawan lokal yang datang untuk berenang dan bermain air. Bagi yang tidak bisa berenang, tak perlu gusar, sewa saja ban pelampung yang disediakan pengelola. Bila biasanya mengunjungi air terjun itu lebih baik ketika musim penghujan, lain halnya dengan Jurug Lengkongsari. Waktu terbaik untuk mengunjunginya adalah pada musim kemarau, ketika air kedungnya cukup jernih menghijau.


11. Air Terjun Jurang Pulosari
Hasil gambar untuk Air Terjun Jurang PulosariMengunjungi air terjun sekaligus belajar sejarah bisa dilakukan saat berkunjung ke Goa Selarong. Goa Selarong merupakan saksi bisu perjuangan Pangeran Diponegoro melawan penjajahan Belanda setelah rumahnya di Tegalrejo dibakar. Tak hanya goa, ternyata terdapat air terjun pula di sini. Untuk menikmati Air Terjun Goa Selarong lebih baik datang saat musim penghujan karena saat memasuki musim kemarau debit airnya perlahan-lahan berkurang. Air terjun ini cukup indah untuk dinikmati, ditambah lagi suasana Goa Selarong yang asri, bisa menjadi pilihan untuk melepas kepenatan.


12. Air Terjun Jurang PulosariAir Terjun Parangtritis
Hasil gambar untuk Air Terjun Jurang PulosariAir Terjun ParangtritisSiapa yang tak kenal dengan Pantai Parangtritis? Pantai yang begitu populer di kalangan wisatawan domestik maupun mancanegara ini tidak hanya mempunyai panorama dan spot menikmati senja yang indah saja, tapi ternyata juga mempunyai air terjun. Meskipun demikian, air terjun ini hanya bisa dilihat dan dinikmati ketika musim hujan saja. Memasuki musim kemarau, debit air berangsur-angsur berkurang, lalu hilang. Lokasi air terjun ini masih dalam satu wilayah Pantai Parangtritis, tepatnya di bukit yang menjulang tinggi di sebelah barat pantai


13. Air Terjun Parangtritis
Hasil gambar untuk Air Terjun ParangtritisSiapa yang tak kenal dengan Pantai Parangtritis? Pantai yang begitu populer di kalangan wisatawan domestik maupun mancanegara ini tidak hanya mempunyai panorama dan spot menikmati senja yang indah saja, tapi ternyata juga mempunyai air terjun. Meskipun demikian, air terjun ini hanya bisa dilihat dan dinikmati ketika musim hujan saja. Memasuki musim kemarau, debit air berangsur-angsur berkurang, lalu hilang. Lokasi air terjun ini masih dalam satu wilayah Pantai Parangtritis, tepatnya di bukit yang menjulang tinggi di sebelah barat pantai.


14. Air Terjun Pantai Jogan
Hasil gambar untuk Air Terjun Pantai JoganAir terjun ini sangat unik karena ia bermuara langsung di lautan. Air terjun yang diapit dua bukit karst ini terletak di Desa Purwodadi, Tepus, Gunungkidul. Namun sayang, air terjun ini hanya bisa dilihat saat musim hujan atau musim peralihan dari musim hujan ke musim kemarau saja. Pada saat musim kemarau mata air dari air terjun ini debitnya perlahan-lahan berkurang dan dipakai oleh warga setempat untuk memenuhi kebutuhan air mereka. Selain unik, Air Terjun Pantai Jogjan ini juga letaknya berdekatan dengan Pantai Siung dan Nglambor, wisatawan bisa sekaligus mengunjungi pantai tersebut setelah mengunjungi air terjun Pantai Jogan.

Rabu, 23 Desember 2015

PENDAKIAN GUNUNG LAWU

PENDAKIAN GUNUNG LAWU

Hasil gambar untuk PENDAKIAN GUNUNG LAWU
posted by m2i gunung lawu, info gunung lawu


pda gunung lawu terdapat 3265 mdpl dan  terdapat 3 jalur. yaitu selatan yaitu melalui Cemoro sewu, jalur Barat melalui cemoro kandang, dan yang terakhir adalah jalur yang jarang sekali di lalui pada umumnya hanya warga ngawi khususnya yaitu jalur SRAMBANG.

 saya kan kupas satu persatu jalur ini, untuk para sahabat pecinta ALAM, ksusnya yang ingin berangkat dari jawa timur tentunya, lebih bagusnya lagi memulai perjalanan yang berkendaraan bus dari terminal maospati hingga terminal magetan. waktu tempuh kurang lebih sekitar 30menit, jalan yang menyelusuri sesawahan padi hingga sedikit masukan ke kota magetam dari situ saja sudah mulai terasa ke sejukan alam dari  pegunungan,

 Dikota ini memproduksi kerajinan kulit yang tentu saja sudah menjadi andalannya, tentunya banyak sekali barang barang atau pernak pernik adapin aksesoris untuk di jadikan oleh oleh atau cendra mata.diantara inustri lokal yang berbentuk tas, sabuk, sepatu, dan masih banyak lainnya yang berasal dari kulit.


dari arah terminal magetan kita musti oper terdahulu dengan naik mobil l300, menuju negerong
(pusat penjualan sayur mayur), melalui telaga serangan ( telaga yang paling indah  di seputran MA PAN MAWI ROGO ) dan berakhir di cemoro sewu yang merupakan pos pemberangkatan sisi selatan.


JALUR PENDAKIAN GUNUNG CEMORO SEWU

sekarang kita membahas medan pendakian gunung cemoro sewu hngga puncaknya. Awal  pendakian jaan masih lebar dan aga datar, setelah measuki pos 1,nah.. Disitu barulah adanya tanjakan demi tanjakan yang sedikit menantang di depan kita. Dan jalan pun terasa semakin sempit untuk di lewati.
disekitarpos 1 hingga pos 3 masih terasa sama yg dipenuhi pinus  dan diselingi dengan  pohon perdu.
ada juga  pada ketinggian 2600  yang terpenuhi lembah ngarai.


untuk di pos 5 seing di sebut COKRO SURYO, atau juga sering di sebut COKRO SRENGENGE, yang nampak indah dengan hamparan rumput yang luasa seperti alun alun, dan seterusnya pada jalan berikutnya sudah tidak terlalu ngetrek di situ akan terluhat SUMUR JOLOTUNDO, yaitu sebuah sumur yang berupa GUA vertikal.dan yg terdapat sumur kecil di dalamnya.

Konon katanya dulu jika kita menengadakan mulutmenghadap ke atas, dan meminumnya secara langsung dan kebetulan tenggorokan tertetesi dari lagit langit gua maka kita akan di beri linmpahan rejeki oleh yang maha kuasa ( Amin ). Beberapa  meter dari jolotundo kita akan akan sampai pada sebuah sendang, atau ynag di beri nama SENDANG DERAJAT. Air terang saja melimpah di sendang yang ini bahkan di samping sendang sedang di bangun beberapa Toilet umum.

Wah yang lebih serunya lagi  ada pedagang nasi pecel musiman yang sengaja berdagang  sampai kependakian seperti di bulan Suro.  Berikutnya kita melingkari bahwa puncak gunung untuk sampai pada HARGODALEM sebuah petilasan prabu brawijaya k V dan sebuah makanan SUNAN LAWU.
Diwilayah hargo dalem mengingat banyak sekali rumah rumahan yang di buat para pedagang musiman, rumah rumahan itu jua sering di sebut kandang jaran atau gedogan untuk peziarah di petilasan prabu brawijaya  dan  ada  sebuah makam sunan lawu


Nah pada pagi harinya barulah kita  melanjutkan perjalanan  mencapai puncak Gunung Lawu, Hargo Dumilah dengan ketinggian 3165 meter di atas permukaan laut. Di puncaknya di bangun tugu trianggulasi, dan banyak sekali sesembahan berupa dupa, kembang dan beberapa makanan, ntah untuk siapa. Dari puncak ini kita bisa melihat ke arah timur yaitu gunung Wilis, dan jika saja cuaca lagi bagus bagusnya kita bisa menikmati ke agungan gunung Semeru, Gunung Arjuno. Jika melihat ke arah barat bisa di lihat gunung Merapi dan gunung Merbabu.

Hasil gambar untuk Jalur Pendakian Cemoro kandang Jalur Pendakian Cemoro kandang Dan bagi anda yang ingin mendaki dari Jawa Tengah dan Jogja,bisa menaiki bus dari terminal Solo, melewati Palur dan Karanganyar, dan bus berakhir di Tawangmangu (terkenal dengan gerojokan sewu nya) Dari Tawangmangu berganti kendaraan pickup bertutup, atau naik L300, untuk menuju ke Cemoro Kandang. Dalam perjalan mata kita selaui manatap hamparan sesawahan kobis, wortel dan kentang, dipinggir pinggir jalanya pun ada beberapa warga yang mencuci hasil panen di saluran air pinggir jalan. Sesampainya di Cemoro kandang biasanya kita terlebih dahulu beristirahat sejenak, minum kopi ataupun hanya sekedar mengobrol saja. Karena di Cemoro Kandang terdapat lebih banya warung dari pada di Cemoro Sewu. Sepanjang jalur dari Cemoro Kandang menuju jalur tidak ngetrek, namun cenderung melingkar dan menyusuri lereng bukit (kalo cemoro sewu melalui punggung bukit) hingga pos 2 bau dari belerang sangat menyengat, tumbuhan dari pos 1 hingga pos 4 dipenuhi tanaman lamtoro gunung, pinus dan pakis, di selingi tanaman perdu gunung. Hingga memasuki Jurang Pangariparip jalan selalu menyusuri lereng, namun jika tak ingin berjalan melingkar anda bisa langsung melewati jalan sidatan, ngetrek dan kalo turun hujan jalur ini akan di lewati air bah pegunungan. Sampai dipos 4 nanti tumbuhan sudah mulai jarang, dan di gantikan rerumputan gunung, Cokro srengenge lebih luas melalui jalur ini, hamparan rumput menghampar hingga nanti bertemu dengan jalur dari Cemoro Sewu, di daerah HargoDalem, Anda akan memasuki daerah pasar Dieng, yaitu hamparan padang edelweis di selinggi bebatuan yang tertata rapi, menurut mitos pasar Dieng adalah pasarnya Setan. Jika melihat ke arah utara yaitu Sisi Pasar Dieng mata kita pasti akan tertuju pada sebuah bukit yang memiliki menara BTS, yaitu bukit Hargo Kahyangan. Melaui sisi sebelah timur bukit Hargo Kahyangan inilah kita bisa melewati jalur pendakian dari sisi Utara (Ngawi). Pesan Disini saya tidak meberikan estimasi biaya perjalanan karena estimasi biaya setiap waktu bisa berubah dan saya menganjukan untuk tanya langsung ke petugas langsung dengan cara menghubungi petugas lewat postingan CP petugas silahkan klik di sini untuk mengetahui nomer telfon petugas gunung.

okey guys ..
Thank's sudah sempatkan membaca postingan saya semoga bermanfaat
salam sejahtera selalu pecinta alam.